Renungan Singkat Kristen : Mujizat Masih Ada
Lukas 1:37
"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil"
Markus 9:23
"Jawab Yesus : "Katamu jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang Percaya!"
Ketika Tuhan Yesus akan datang ke dunia, Maria telah dipilih untuk mengandung bayi Yesus dimana ia akan mengandung dari Roh Kudus. Tentu saja hal ini tidak mungkin secara manusia dan bertentangan dengan ilmu biologis ataupun ilmu kedokteran karena tidak mungkin seorang wanita akan mengandung anak tanpa ada laki-laki yang bersetubuh dengan dia. Kerasnya hukum taurat di jaman itu membuat seorang wanita dapat dirajam atau dilempari dengan batu hingga mati jika ketahuan mengandung diluar nikah karena dianggap sebagai wanita yang tidak baik dan cabul. Meskipun demikian, Maria tetap percaya kepada kuasa dan mujizat Tuhan dan bahwa apa yang difirmankan-Nya pasti terjadi.
Di dalam kehidupan kita, terkadang kita mengalami keraguan dalam hal-hal tertentu yang seolah tidak mungkin terjadi. Apalagi jika kondisi kehidupan sudah sangat parah dimana manusia pun sudah tidak sanggup menolong. Pada kondisi seperti ini, kepribadian seseorang diuji. Ada yang pesta pora dan mabuk-mabukan demi menghilangkan rasa stress dan ingatan akan permasalahan yang ada, bahkan ada yang sampai bunuh diri dan meninggal. Sebagai orang Kristen, tentunya kita akan menjauhi hal-hal seperti ini, karena kita tahu bahwa Tuhan kita maha dashyat dan Ia lebih besar dari segala permasalahan kita. Meskipun dalam sakit yang sudah parah dan kronis, Tuhan pun sanggup menyembuhkan. Ketika kita kehilangan hal-hal yang penting dalam kehidupan kita secara bersamaan (keluarga,pacar,pekerjaan,teman) tetaplah berdoa dan percaya kepada Tuhan karena Ia sanggup memulihkan kehidupan kita dan mujizat masih ada sampai saat ini, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Jika memang hal-hal yang kita inginkan tidak kita dapatkan, percayalah bahwa Tuhan punya rancangan yang lebih baik dan teramat baik untuk masa depan kita. Karena rancangan dan pemikiran Tuhan jauh lebih tinggi dari rancangan dan pemikiran kita (Yesaya 55:9)
"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil"
Markus 9:23
"Jawab Yesus : "Katamu jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang Percaya!"
Ketika Tuhan Yesus akan datang ke dunia, Maria telah dipilih untuk mengandung bayi Yesus dimana ia akan mengandung dari Roh Kudus. Tentu saja hal ini tidak mungkin secara manusia dan bertentangan dengan ilmu biologis ataupun ilmu kedokteran karena tidak mungkin seorang wanita akan mengandung anak tanpa ada laki-laki yang bersetubuh dengan dia. Kerasnya hukum taurat di jaman itu membuat seorang wanita dapat dirajam atau dilempari dengan batu hingga mati jika ketahuan mengandung diluar nikah karena dianggap sebagai wanita yang tidak baik dan cabul. Meskipun demikian, Maria tetap percaya kepada kuasa dan mujizat Tuhan dan bahwa apa yang difirmankan-Nya pasti terjadi.
Di dalam kehidupan kita, terkadang kita mengalami keraguan dalam hal-hal tertentu yang seolah tidak mungkin terjadi. Apalagi jika kondisi kehidupan sudah sangat parah dimana manusia pun sudah tidak sanggup menolong. Pada kondisi seperti ini, kepribadian seseorang diuji. Ada yang pesta pora dan mabuk-mabukan demi menghilangkan rasa stress dan ingatan akan permasalahan yang ada, bahkan ada yang sampai bunuh diri dan meninggal. Sebagai orang Kristen, tentunya kita akan menjauhi hal-hal seperti ini, karena kita tahu bahwa Tuhan kita maha dashyat dan Ia lebih besar dari segala permasalahan kita. Meskipun dalam sakit yang sudah parah dan kronis, Tuhan pun sanggup menyembuhkan. Ketika kita kehilangan hal-hal yang penting dalam kehidupan kita secara bersamaan (keluarga,pacar,pekerjaan,teman) tetaplah berdoa dan percaya kepada Tuhan karena Ia sanggup memulihkan kehidupan kita dan mujizat masih ada sampai saat ini, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Jika memang hal-hal yang kita inginkan tidak kita dapatkan, percayalah bahwa Tuhan punya rancangan yang lebih baik dan teramat baik untuk masa depan kita. Karena rancangan dan pemikiran Tuhan jauh lebih tinggi dari rancangan dan pemikiran kita (Yesaya 55:9)
Comments
Post a Comment