Renungan Singkat Kristen : Kunci Hidup Bahagia Dengan Mengucap Syukur
1 Tesalonika 5:18
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
1 Korintus 10:13
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
Di dalam Kitab Tesalonika dengan jelas dituliskan agar kita mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki oleh Allah di dalam Kristus bagi kita. Namun, Bersyukur tentu bukan hal yang mudah apalagi bila kita sedang berada dalam masalah.
"Bersyukur? Tidak Mungkin! Bisa bertahan dengan kondisi sekarang saja sudah bagus." Kata-kata tersebut terkadang timbul di pikiran kita ketika dalam masalah yang besar. Misalnya saja ketika kita kehilangan pekerjaan dan keluarga di saat yang bersamaan. Dalam kitab Ayub, Ayub tidak hanya kehilangan harta dan bisnisnya, namun juga anak-anaknya meninggal, serta dia pun terkena suatu penyakit. Kemiskinan disertai dengan penyakit tentu menjadi cobaan yang berat bagi seorang manusia, apalagi ditambah dengan kehilangan keluarga yang sangat disayangi. Namun di dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya (Ayub 2:10).
Mungkin hari ini kita ditinggalkan oleh orang yang kita cintai, dipecat dari tempat bekerja, atau mungkin terkena penyakit yang kronis dan divonis tidak bisa sembuh oleh dokter. Percayalah, teruslah berdoa dan berharap pada Tuhan, karena Dialah sumber pengharapan dan Dia jauh lebih besar dari segala persoalan kita. Tetaplah bersyukur karena Tuhan masih memberi nafas kehidupan dan berkat yang dicurahkan-Nya setiap hari, baik itu makanan, minuman, maupun teman dan sahabat kita. Dengan mengucap syukur, kita dapat menghargai pemberian Tuhan dan kita tidak terus merasa kekurangan.
Renungan : Sudahkah aku mengucap syukur atas apa yang Tuhan sudah berikan hari ini?
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
1 Korintus 10:13
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
Di dalam Kitab Tesalonika dengan jelas dituliskan agar kita mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki oleh Allah di dalam Kristus bagi kita. Namun, Bersyukur tentu bukan hal yang mudah apalagi bila kita sedang berada dalam masalah.
"Bersyukur? Tidak Mungkin! Bisa bertahan dengan kondisi sekarang saja sudah bagus." Kata-kata tersebut terkadang timbul di pikiran kita ketika dalam masalah yang besar. Misalnya saja ketika kita kehilangan pekerjaan dan keluarga di saat yang bersamaan. Dalam kitab Ayub, Ayub tidak hanya kehilangan harta dan bisnisnya, namun juga anak-anaknya meninggal, serta dia pun terkena suatu penyakit. Kemiskinan disertai dengan penyakit tentu menjadi cobaan yang berat bagi seorang manusia, apalagi ditambah dengan kehilangan keluarga yang sangat disayangi. Namun di dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya (Ayub 2:10).
Mungkin hari ini kita ditinggalkan oleh orang yang kita cintai, dipecat dari tempat bekerja, atau mungkin terkena penyakit yang kronis dan divonis tidak bisa sembuh oleh dokter. Percayalah, teruslah berdoa dan berharap pada Tuhan, karena Dialah sumber pengharapan dan Dia jauh lebih besar dari segala persoalan kita. Tetaplah bersyukur karena Tuhan masih memberi nafas kehidupan dan berkat yang dicurahkan-Nya setiap hari, baik itu makanan, minuman, maupun teman dan sahabat kita. Dengan mengucap syukur, kita dapat menghargai pemberian Tuhan dan kita tidak terus merasa kekurangan.
Renungan : Sudahkah aku mengucap syukur atas apa yang Tuhan sudah berikan hari ini?
Comments
Post a Comment